Vihara Nam Hai, Indah Tiada Akhir

Pemandangan laut dari tingkat bagian tengah 
Panasnya terik matahari yang menyengat kulit, bukanlah halangan bagi saya (20) untuk melanjutkan perjalanan ke Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa. Vihara yang terkenal dengan sebutan Vihara Loji ini terletak di Daerah Loji tepatnya Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Jawa Barat.

Vihara Loji merupakan destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan. Letaknya yang berada di atas bukit dan langsung menghadap ke laut membuat Vihara Loji memiliki keunikan tersendiri.

Lamanya perjalanan membuat saya menjadi lapar dan memutuskan untuk memasuki salah satu pondok penjual makanan di pinggir laut. Harga yang ditawarkan terbilang cukup mahal. Kalian bisa membeli 1 ekor ikan bakar dengan berat 1 kg seharga 70 ribu.

Ukiran Gaya Thailand
Setelah menyelesaikan makan siang, saya dan keluarga memutuskan untuk memasuki vihara tersebut. Di bagian pintu masuk vihara terdapat patung naga berkepala tujuh dengan ekor yang memanjang ke atas. Ukiran naga ini memiliki ciri khas gaya ukiran Thailand yang berwarna emas.

Pintu masuk Vihara Loji

Untuk bisa menjelajahi Vihara Loji, kalian harus menaiki tangga yang jumlahnya mencapai 500 anak tangga. Pada tingkatan awal, kalian akan melihat patung Dewi Bumi dan Buddha Julai, begitu pula dengan tingkatan yang berada di bagian atas.

Patung Bunda Maria dalam Vihara
Namun, ada satu hal yang sangat menarik perhatian saya, yaitu adanya patung Bunda Maria di dalam vihara tersebut. Bahkan pengunjung yang datang bukan hanya pemeluk agama Buddha melainkan pengunjung yang beragama Islam.

Tidak puas hanya dengan mengunjungi altar dewa dewi, saya pun melanjutkan langkah menuju ke Padepokan Eyang Semar dan Prabu Siliwangi. Walaupun keringat membasahi tubuh, namun rasa kekaguman yang besar membuat saya ingin melanjutkan perjalanan hingga anak tangga yang berada di puncak.

Bagi kalian yang merasa lelah ketika menaiki anak tangga tidak perlu khawatir, karena di setiap tingkatan terdapat bangku yang disediakan untuk pengunjung yang ingin beristirahat. Sesampainya di atas, kalian akan melihat Padepokan Ratu Pantai Selatan. Dari sinilah kalian bisa menikmati luasnya laut biru yang sangat indah dengan sawah yang membentang hijau disampingnya.

Altar Nyi Roro Kidul dibuat khusus dalam sebuah bangunan ukiran kayu yang menyerupai rumah. Altar tersebut dilengkapi dengan tempat tidur dan meja rias yang serba hijau. Terdapat juga meja kerja Presiden Soekarno lengkap dengan fotonya yang berukuran besar.


Setelah itu, saya menaiki anak tangga tingkatan terakhir untuk sembayang di Se Mien Fo, yaitu Buddha berwajah empat (Buddha Catur Muka). Selesai sembayang saya dan keluarga memutuskan untuk pulang. Kalau di bilang lelah, tentu saja iya. Namun kekaguman dan rasa syukur atas indahnya alam yang ada membuat semua rasa lelah menjadi terbayarkan. 



Penulis
Deviana Indrianty Gunawan

Komentar